Description
Reviews
Kaos Afrakids AF116 Hearing Adzan

Rp 70.000,-

AF116
KAOS LENGAN PENDEK AFRAKIDS
KAOS ANAK

Kaos Afrakids AF116 Hearing Adzan

Ayah dan Bunda,Nabi kita pernah bersabda sebagai berikut.
“Wahai,Rosulullah,sesungguhnya aku tidak memiliki seorang penuntun pun yang bisa mengajakku ke masjid”.Dia pun meminta kepada Rosuluallah saw.Agar memberikanya rukhshoh(keringanan)agar dirinyasalat di rumah,maka Rosuluallah pun memberikan rukhshoh kepadanya.Namun,ketika orangitu membalikan badanya,Rosuluallah saw.memanggilnya dan berkata,”Apakah engkau mendengar panggilan(azan)untuk salat?”Dia menjawab .”Ya.”Beliau saw.Pun berkata,”sambutlah.”(H.R.Muslim)

Dari situ,kita melihat sesuatu yang unik.Jika seorang yang buta saja di perntahkan Nabi saw.untuk segera salat ketika mendengar azan,bagaimana dengan orang yang tidak buta?Tentu lebih perlu lagi.
Bagaimana dengan kebiasaan Nabi?Aisyah mengisahkan kepada kita.Pada suatu hari,ada seorang sahabat bertanya kepada Aisyah tentag hal yang Nabi lakukan saat di rumah.Aisyah menjawab,”Adalah Nabi saw.biasa membantu pekerjaan istrinya dan jika beliau mendengar azan,beliau segera keluar (menuju untuk ke masjid).”(HR.Bukhori 4944)
Jadi,wahai Ayah dan Bunda,Beliau saw.memiliki kebiasaan untuk segera pergi ke masjid untuk salat wajib setelah mendengar azan.Bukankah ini teladan yang sangat baik?

Namun,Ayah dan Bunda,di zaman modern ini,kita semua tahu bahwa pekerjaan itu menyita waktu kita dan kehidupan terasa bergerak begitu cepat.Apalagi,jika kita tinggal di kota besar,kemacetan menjadi makanan sehari-hari.Kadang-kadang,hal itu membuat kita lalai untuk bergegas pergi salat setelah mendengar azan.
Lalu,apa yang harus kita lakukan?Yuk,kita siasati,Ayah dan Bunda.Undurlah waktu rapat setelah salat,tundalah pekerjaan apapaun yang sedang kita lakukan untuk pergi menuju masjid.Jika takut terjebak kemacetan,kita bisa menyiasatinya dengan tiga hal.Pertama,kita memundurkan atau memajukan waktu pulang kita.Kedua,kita berhenti di masjid yang terdekat dengan posisi kita saat azan berkumandang.Ketiga,kita bisa salat di kendaraan.

Ayah dan Bunda,sebenarnya tidak ada konsep”sibuk”,tetapi yang adalah konsep “prioritas”.Saat Ayah dan Bunda menunda sebuah kegiatan,sebenarnya Ayah dan Bunda bukan sedang sibuk,melainkan sedang menganggap kegiatan itu tidak penting.Sesuatu yang kita anggap penting pasti akan kita prioritaskan.
Setelah Ayah dan Bunda sudah mulai membiasakan diri segera salat setelah mendengar azan,jangan lupa ajarkan kepada anak kita masing-masing untuk melakukan hal yang sama,ya! Coba bayangkan saat anak kita sudah besar dan sedang berkumpul dengan teman-temanya.Saat mendengar azan,ia segera salat.Ketika temanya bertanya tentang alasan ia begitu,ia akan menjawab,”Oh,ini berkat ayah dan bundaku.Dulu mereka ngajarin aku untuk segera salat saat dengar azan.

 

UKURAN :
Qty :